Kami bangga kepada SMA Negeri 2 Lubuk Pakam yang telah memiliki situs untuk tempat berbagi. Semoga sebagai ladang informasi yang update dan tidak ketinggalan zaman.

Kata Mutiara

" Menyerah bukan jawaban untuk jalan menuju kesuksesan "

-@Rahim-

" SMA Negeri 2 Lubuk Pakam telah menjadi sekolah Adiwiyata Tahun 2013 Tk. Nasional "

--

" Dengan merusak alam sekitar berarti kita juga merusak diri sendiri, karena manusia adalah bagian dari alam. "

-@ed-

" Dengan membuang sampah pada tempatnya, maka anda sudah mencintai jutaan manusia. "

-@ed-

" Dunia diserahkan Tuhan kepada Manusia untuk dikuasai, bukan di eksploitasi. "

-@ed-

" JIka alam sudah mulai tidak bersahabat, maka manusia harus siap menerima Derita. "

-@ed-

" Hanya manusia yang dapat menebang pohon, mengolahkan menjadi kertas, dan menuliskan para kertas itu " Stop Penebangan Pohon" "

-@ed-

" Apakah Jika Pohon terakhir akan ditebang, dan mata air terakhir berhenti mengalir, baru saat itulah manusia sadar bahawa uang tidak dapat dimakan dan diminum. "

-@ed-

" Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi keikutsertaan ... Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik "

-Baron Pierre de Coubertin-

" Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca "

-Charles-

Rohulina Damanik, S.Pd
196906061998022001


-
Risma Sinurat, S.Pd
197005202005022003




sobatxpresi

Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari

08:03 | Saturday, 6 March 2010

Sobat Xpresi (sobeX) pasti pernah mendengar pepatah di atas. Yup, pepatah itu bermakna bahwa segala tingkah laku guru akan ditiru oleh anak didiknya. Karena guru merupakan teladan bagi siswa. Namun, nggak selamanya attitude (sikap) guru itu baik dan nggak patut dicontoh.

Misalnya nih, ada guru yang doyan memaki murid kalau sedang naik pitam. Atau ada guru ngajar sambil merokok. Ada juga guru yang doyan ngomongi orang lain alias menggosip atau guru asyik bertelfon ria saat sedang mengajar di dalam kelas.
Hhmmm…, tapi kalau ingat lagu satu ini  “Hormati gurumu, sayangi teman…Itulah tandanya kau murid budiman…”. Masih ingat kan lagu ini?

Lagi berjudul Pergi Belajar ciptaan Ibu Sud yang sering kita nyanyikan semasa taman kanak-kanak (TK) atau sekolah dasar (SD) dulu. Lagu ini memberi pesan agar kita sebagai manusia mau terus belajar dan menghormati orangtua dan guru sebagai orang yang memberikan kita pengetahuan.

Ngomong-ngomong soal guru yang memiliki prilaku kurang berkenan, ternyata ada juga lho di sekolah kita. Buktinya nih, sobeX ngaku di sekolahannya ada juga guru berkelakukan kurang berkenan (70 persen). Wah, nggak nyangka ya, banyak juga guru yang kurang berkenan di hati para siswanya. Trus, sisanya (30 persen) ngaku semua guru di sekolahannya baek-baek, sopan-sopan, imut-imut dan jauh dari amit-amit, hi..hi…
Kayak apa ya guru yang kurang berkenan di mata sobeX?

Katanya sih, ada guru yang suka mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor alias sering memaki (10 persen). Ada juga guru yang ngajar sambil merokok (35 persen). Kalau guru yang wanitanya malah suka mengosip sesama guru (25 persen). Dan, masih banyak kelakukan lain yang kurang berkenan di hati mereka (30 persen).

Sayangnya, kata sobeX nih, meski meski guru tersebut nyadar kalau prilakunya kurang berkenan, tapi tetap aja dilakukan alias nggak mau ngerobahnya (55 persen). Malahan, ada juga guru yang nggak nyadar-nyadar kalau kelakukannya kurang berkenan sama siswa.

Tentu saja, kalau sifat guru yang kayak gitu bisa berdampak buruk sama siswanya. Bisa jadi, sang guru malah nggak dihormati sama siswanya (35 persen). Bahkan, murid-muridnya sampai ikut meniru kelakukan guru tersebut (25 persen). Malangnya lagi, si murid malah jadi nggak suka sama guru tersebut. Nggak boleh gitu dunk, nggak boleh benci ama guru. Kan guru itu juga orangtua kedua kamu.

Tapi, sobeX yang bersikap arif, nyadar kalau tetap menghormati gurunya meski kelakukan si guru kurang berkenan (20 persen). Hampir semua sobeX sepakat (80 persen) bilang nggak boleh membenci karena guru adalah orangtua kedua kita yang harus dihormati. Nah, yang ini nih baru jempolan. Harus jadi anak manis dunk yang baek budi, penuh budi pekerti, walaupun si budi kurang baik (he..he..yang ini canda kok).

Kayak pengakuan Arief Prasetyo, siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam ini bilang, ada juga guru di sekolahnya yang berkelakukan kurang berkenan. “Seperti suka merokok sambil mengajar. Mungkin sudah kecanduan rokok kali ya makanya kami maklum aja,” kata dia.

Khairunnisa, siswi SMAN 2 Lubuk Pakam juga punya guru yang berkelakukan kurang baek juga. “Nggak semua guru tuh patut dicontoh. Kayak guru kami kalau ngajar sambil merokok. Padahal, dia suka mengingatkan kepada murid-muridnya untuuk tidak merokok. Ini namanya nggak fair. Tapi kami bisa mengerti kok karena mungkin sudah candu rokok,” kata dia.
Siswa Tri Utami, siswi SMA Negeri 2 Lubuk Pakam juga ngaku punya guru kayak gitu. “Ada salah satu guru yang suka bicara yang nggak pantes didengar sama murid. Tapi mungkin itu untuk menyegarkan suasa aja supaya muridnya nggak ngantuk karena monoton belajarnya,” kata dia.

——-

Ngajar Sambil Merokok Nggak Disenangi

Rokok bagi orang yang sudah kecanduan sulit dilepaskan. Maka nggak heran kalau ada guru merokok sambil ngajar di kelas.
BDilihat dari sisi kesehatan, asap rokok tuh sangat berbahaya buat sang guru maupun siswa yang menghirupnya. Bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit paru – paru, TBC, kanker, jantung, impotensi dan lainnya. Tapi, menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan mengisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.

Kata pakar kesehatan sih, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas dan berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terisap dari asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok yang masuk ke dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang diisap.
Dan ternyata, guru yang ngajar sambil merokok nggak berkenan di hati para siswanya.

Reza Rizaldi, siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam ini paling males ngeliat gurunya merokok sambil ngajar. “Merokok sambil ngajar tuh nurut saya nggak bagus. Kami jadi menghisap asap rokoknya. Maunya, guru yang tauladan itu ngasih contoh yang baik,” kata Reza.

Adillah Fauziah, siswi SMAN 2 lubuk Pakam juga bilang begitu. “Guru harus menunjukkan sikap sempurna kepada siswanya. Jangan merokok donk sambil ngajar,” kata dia. Asap rokoknya buat kami sesak Pak guru!” kata Adillah