Kami bangga kepada SMA Negeri 2 Lubuk Pakam yang telah memiliki situs untuk tempat berbagi. Semoga sebagai ladang informasi yang update dan tidak ketinggalan zaman.

Kata Mutiara

" Menyerah bukan jawaban untuk jalan menuju kesuksesan "

-@Rahim-

" SMA Negeri 2 Lubuk Pakam telah menjadi sekolah Adiwiyata Tahun 2013 Tk. Nasional "

--

" Dengan merusak alam sekitar berarti kita juga merusak diri sendiri, karena manusia adalah bagian dari alam. "

-@ed-

" Dengan membuang sampah pada tempatnya, maka anda sudah mencintai jutaan manusia. "

-@ed-

" Dunia diserahkan Tuhan kepada Manusia untuk dikuasai, bukan di eksploitasi. "

-@ed-

" JIka alam sudah mulai tidak bersahabat, maka manusia harus siap menerima Derita. "

-@ed-

" Hanya manusia yang dapat menebang pohon, mengolahkan menjadi kertas, dan menuliskan para kertas itu " Stop Penebangan Pohon" "

-@ed-

" Apakah Jika Pohon terakhir akan ditebang, dan mata air terakhir berhenti mengalir, baru saat itulah manusia sadar bahawa uang tidak dapat dimakan dan diminum. "

-@ed-

" Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi keikutsertaan ... Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik "

-Baron Pierre de Coubertin-

" Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca "

-Charles-

Kartini Tarida P, S.Pd
19840319200932007


-
Sri Yuliani, S.Pd
197707022003122017


-


Pendidikan

BERUSAHA MENJADI GURU IDOLA

Guru idola menjadi dambaan setiap guru. Menjadi guru idola senantiasa mengajarkan kepada peserta didiknya untuk hidup memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya.

Guru merupakan pujaan bagi siswa. Bila guru memahami dan mengenal kepribadian anak, maka dengan mudah akan menjadi guru yang disenangi. Hendaknya guru selalu mencintai murid-muridnya dan senantiasa berusaha agar dapat dijadikan contoh oleh para siswa baik dalam cara berpakaian, bersikap, dan bertingkah laku.

Untuk seseorang yang mengajar, mendidik dan melatih seharusnya memiliki sikap emosional yang stabil, dekat dengan para siswa dan kreatif dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya. Namun dalam kenyataannya, masih banyak guru yang kurang mencintai tugas dan tanggung jawabnya itu. Dalam proses belajar mengajar sebagian guru memiliki sikap  ingin menguasai dan secara otoriter mamaksa siswa agar patuh terhadap perintah.

Kecintaan terhadap anak didik telah berkurang, mengancam anak didik bila melanggar aturan, sehingga pada saat proses belajar mengajar  membuat siswa menjadi merasa takut dan membuat suasanaa  kelas menjadi tegang. Seorang guru yang diidolakan haruslah  bijaksana dalam mempertimbangkan dan memperlakukan anak sesuai dengan karakternya, karena setiap  peserta didik memiliki keunikan dan kepribadian yang berbeda.

Tidak semua anak didik  belajar dalam cara dan kecepatan yang sama sehingga tujuan belajar dalam meningkatkan pengetahuan dan membangun pemahaman mengenai materi tidak optimal. Dengan beragam kepribadian anak seperti itu, guru haruslah memahami kondisi kejiwaan anak didiknya, sehingga anak didik akan mampu berkompetensi sesuai dengan tipe masing-masing kepribadian. Menjadi  guru yang diidolakan oleh peserta didik terlebih duhulu guru tersebut perlu menanamkan  dalam dirinya untuk memiliki komitmen yang mendalam terhadap tugasnya. Kecintaan terhadap tugas diwujudkan dalam bentuk curahan tenaga, waktu dan pikiran, dan bersikap professional.

Guru juga harus mampu menguasai bermacam-macam metode mengajar secara mendalam, karena proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh guru dalam menyampaikan materi yang diajarkan kepada siswa agar dapat memengaruhi  cara siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Tujuan pendidikan ini pada dasarnya mengajak para peserta didik menuju perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial. Untuk itu guru mampu mendalami berbagai jenis-jenis metode pembelajaran, sesuai dengan materi yang akan disampaikan.

Seorang guru dituntut terus untuk mengadakan pembaharuan.  Terutama yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dimana dalam pendidikan terus mengadakan perubahan kearah yang positif. Berbagai teknik pembelajaran, baik itu metode, pendekatan, maupun tata cara atau aturan dalam pembelajaran yang dirancang untuk menghasilkan transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa yang optimal.

Diharapkan dengan kemampuan guru menguasai bermacam-macam metode pembelajaran secara mendalam mampu membuat kondisi proses belajar mengajar menjadi interaktif, inspiratif, menyenangkan, menatang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.
Selain itu pula melihat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seiring dengan kebutuhan manusia maka guru juga dituntut agar benar-benar mampu mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Guru yang pada awalnya sebagai sumber sekarang bergeser esensinya menjadi seorang fasilator yang harus mampu menjembatani antara pengetahuan dan teknologi dan anak didiknya.

Hal ini memicu guru berkompetisi dalam alur perkembangan ilmu pengetahuan. Untuk itu dalam proses belajar mengajar seorang guru dituntut untuk mengembangkan media belajar.